Kisah Hidup Elizabeth Bathory, Bangsawan Yang Haus Darah

Elizabeth menjadi salah satu wanita terkejam sepanjang sejarah. Bahkan, dirinya masuk dalam Guinness Book of Records sebagai wanita pembunuh dengan korban terbanyak. Dalam waktu 25 tahun, ia telah menyiksa dan membunuh 612 gadis muda. Penyiksaan, mandi darah, vampir, dan ratusan korban semua sebutan itu lekat dengan nama Elizabeth Báthory, seorang countess yang hidup di Kerajaan Hungaria pada abad ke-16 dan 17. Bagaimana kisah hidup Elizabeth Báthory? Mari kita bahas di bawah ini.

Elizabeth Báthory lahir pada 1560 dari slot keluarga bangsawan Protestan terkemuka. Keluarganya mengontrol kawasan Transylvania yang kemudian menjadi bagian dari Rumania. Tahun 1575, pada saat ia berusia 15 tahun, Elizabeth menikah dengan Ferenc Nádasdy, putra bangsawan Eropa. Pernikahan ini disebut sebagai “kesepakatan politis” dalam lingkaran aristokrat. Sebuah rumah di Kastil Csejte menjadi hadiah pernikahan untuk Elizabeth dari Nádasdy.

Tiga tahun setelah pernikahan mereka, Nádasdy diangkat menjadi kepala komandan pasukan Hongaria, dan memimpin perang melawan Ottoman. Sehingga sang suami lebih sering menghabiskan waktunya di medan pertempuran sehingga membuat Elizabeth menjadi sering kesepian. Ia kemudian memiliki banyak kekasih gelap yang melayaninya selama sang suami tak berada di kastil. situs sbobet Yang cukup mengejutkan, Elizabeth menjadi seorang biseksual dan melakukan hubungan lesbian dengan CountessKlara Bathory, yang merupakan bibinya sendiri.

Elizabeth kemudian mulai terpengaruh dengan satanisme yang diajarkan oleh salah seorang pelayan terdekatnya yang bernama Dorothea Szentes yang biasa disebut Dorka. Karena pengaruh Dorka, Bathory mulai menyenangi kepuasan seksual lewat penyiksaan yang dilakukannya terhadap pelayan-pelayan lainnya yang masih muda. Ia kabarnya sering menyiksa para pelayannya dengan cara diikat, digantung, dan dicambuki.

Pada tahun 1600, Nádasdy meninggal di usia 51 tahun, tetapi tidak diketahui penyebab kematian apakah karena penyakit atau luka akibat peperangan. Setelah suaminya wafat, kekejaman Elizabeth semakin menjadi-jadi. Ketika usianya mencapai 40 tahun ia merasa bahwa kecantikannya perlahan telah memudar, hal itulah yang menyebabkannya menginginkan hal lain.

Singkat cerita, Elizabeth menampar seorang pelayan wanita muda karena tak sengaja menarik rambut Elizabeth terlalu keras saat sedang menyisir rambutnya. Tamparan itu menyebabkan hidung sang pelayan berdarah. Disitulah ia melihat dan memercayai bahwa darah itu memancarkan cahaya kemudaan. Tak perlu waktu lama, ia memerintahkan kedua pelayannya, Johannes dan Dorka untuk menelanjangi gadis malang tersebut.

Menarik tangannya ke dalam bak mandi serta memotong urat nadinya dan membiarkan darah mengalir keluar kedalam bak mandi. Ketika gadis itu meninggal, Elizabeth segera masuk dalam bak mandi dan berendam di dalam darah sang gadis pelayan. Dari situlah, ia menjadi ketagihan untuk membunuh gadis-gadis muda dan mandi dengan darahnya. Dengan satu tujuan yaitu agar dirinya awet muda.

Setelah kehabisan stok pelayan muda, Elizabeth mulai mencari gadis-gadis desa untuk bisa mendapatkan darah mereka.Tapi hal itu sepertinya masih belum cukup, Ia juga menculik para gadis-gadis bangsawan kelas rendah untuk mendapatkan darahnya. Hilangnya para putri bangsawan rupanya menyita perhatian para keluarga kerjaan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *